cinta yang tak mungkin


Ku pejamkan mata ini
Ku tertidur tanpa lelap
Tapi ku bermimpi kau jadi milikku
Suaramu tetap bernyanyi
Walau sadar ku kian tak ada
Namun ku bahagia lagumu milikku

Indah senyumanmu takkan bisa pudar
Makin indah di hatiku 
Walau ku sadari cinta yang tak mungkin jadi
Apapun yang kau ciptakan
Ku akan berjuang dapatkan
Jika kau bahagia aku semakin bahagia
Indahnya wajahmu takkan pernah sirna
Makin terang di hatiku
Walau ku sadari cinta yang tak mungkin jadi
Indah senyumanmu takkan bisa pudar
Makin indah di hatiku 
Walau ku sadari itu cinta yang tak mungkin jadi
Meski ku tak bisa memiliki dirimu
Takkan ku berpaling pergi
Makin ku mencintai ku lepas kau kekasih
Biar terbang tinggi cinta yang tak mungkin
Terbang tinggi


"Life is simple. If u don’t like your job, Quit. If u don’t have enough time, stop playing facebook. If u don’ like your room, modify it. Open your mind, arms, and heart to new things and people, we are united in our differences. Ask the next person you see what their passion is, and share your inspiring dream with them. Life is about the people you meet and the things you create with them, so go out and start creating. Live your dream, and wear your passion. Life is short. -Boty-

Untukmu, ma

Hay ma..


Aku tau, menjadi seorang ibu sekaligus ayah adalah satu pekerjaan, maksutku satu takdir hidup, yang sangat tidak mudah yang telah Allah swt berikan untukmu. tapi kau tidak pernah menyerah, sekalipun kau memang sering mengeluh banyak hal di depan semua anak-anakmu, terutama aku. sejak abah tidak ada dirumah, kau lebih sering marah-marah tidak jelas. bahkan hal sepele saja dan bahkan sebenarnya sangat tidak penting untuk di bahas, sering kali kau besar-besarkan. inilah, itulah. sangat sering aku merasa ingin lari dari rumahmu, tinggal sendiri, hidup sendiri tanpa harus mendengarkan semua kata-kata yang sering keluar dari mulutmu. sangat sering juga kata-kata itu terlalu sakit untuk didengar. kau juga selalu memperlakukanku seperti anak kecil. kau tidak sungkan untuk membentak-bentakku didepan banyak orang. atau marah-marah lagi dengan suara keras hingga semua tetangga bisa jelas mendengarkan suaramu, karena jujur saja, keluarga kita tidak ada yang bisa berbicara dengan suara yang pelan. berbicara cepat dan nyaring, itulah kita.

berpuluh tahun aku memaklumimu ma. bahkan sangat sering aku melawan dan menjawab semua celotehanmu. aku yakin, semua orang disekitar rumah kita sudah mencapku sebagai gadis "pembangkang dan kurang ajar" karena selalu dan selalu melawanmu. tapi aku tidak peduli apapun kata mereka. aku tidak peduli, karena aku sangat berharap suatu saat aku akan pergi dari rumahmu, hidup tenang dan damai tanpa segala macam celotehanmu. aku memang suka melakukan banyak kesalahan ma, aku pemalas dirumah, aku tidak bisa memasak, jarang mebantumu mengurus rumah, tidak hidup selayaknya gadis-gadis baik yang sering kau banding-bandingkan denganku. aku sangat beda ma. aku juga yakin, kau menyesal memiliki anak sepertiku dan berharap kau memiliki anak seperti mereka yang sering kau banding-bandingkan dulu denganku.

bukan tentang "Ainun dan Habibi"

hari ini, untuk yang kedua kalianya diajakin nonton film Ainun Habibie. sama seperti saat nonton yang pertama, tetap nangis, dan mengharu biru. yah, karena memang ceritanya tetap sama. sebenarnya yang saya posting kali ini bukan masalah film ainun habibie, ini masalah pemainnya, Reza Rahadian.

aku sudah kehabisan kata-kata, intinya, hari ini, malam ini, aku hampir memeluk dan dipeluk Reza Rahadian. haha, gede rasa. tabi bener. bahkan sebenarnya badanku sudah tepat dengan jarak 1 jengkal telapak tangan didepannya, dan dia juga tepat berada dihadapanku.
dia kasih senyum yang lebar ke aku. oh Tuhan, aku tidak menyangka dia seganteng itu. aku masih bisa mencium wangi badannya, walaupun terlihat agak cape, dia terlihat semangat. ada loh aku rekam videonya di hendi, tapi berhubung size dan jaringan yang teler, nanti aku unggah belakangan ~ lalalaa



sangat senang dengan waktu yang singkat ini.

terimakasih ya Allah sudah mempertemukan saya untuk Reza Rahardian dan Reza Rahardian untuk saya malam ini :D


adakah yang tau

Dulu, aku sering bingung bagai mana kita, orang yang dari latar belakang dan tempat yang berbeda bisa bersatu. sekarang, sudah masuk tahun ke-3, aku masih saja tetap bingung. bahkan kali ini kebingunganku berubah menjadi takut. berubah menjadi, apakah kita dari latar belakang yang berbeda, tempat yang berbeda, kebiasaan yang berbeda, dan segala hal yang selalu berbeda, bisa bertahan? yah sampai setidaknya memasuki tahun ke-300 tapi semoga ini hingga kahir hayat.

hey cita-cita, where are you?

Random

Hidupku rasanya tidak tertata dengan baik. aku berjalan, bahkan ini sudah berlari tanpa arah. aku berubah jadi plin-plan, aku jarang sholat, aku berubah menjadi mahasiswa Galau yang tidak tau apakah bisa pake toga dan diwisuda tahun ini. aku punya rencana banyak, tapi entah dengan alasan apa, aku tidak memiliki komitmen yang baik untuk melakukannya. rutinitas yang menyebalkan dan itu-itu saja, dengan tugas Dosen yang menggila akhir-akhir ini. aku ingin merubahnya.

oh my, lihat kamarku malam ini. beberapa hari yang lalu aku beli baskom yang ukurannya paling besar. bahkan masih bisa menampung badanku yang besar ini kalau aku masuk didalamnya dan duduk.  yaaahhh, aku beli dengan alasan "beberapa baskom di kos sudah tidak layak pakai" dan selalu dalam keadaan penuh rendaman baju-baju penghuni yang lain setiap kali aku ingin memakainya. belakangan : bajuku menumpuk, bahkan aku pernah sampai tidak punya baju bersih lagi untuk dipakai. Gengges? ya, pastilah. tapi aku berusaha memaklumi. aku tinggal bersama yang lain. ini rumah "kita" bukan hanya "aku". akhirnya, dengan baskom baru, aku bisa mencuci baju-bajuku yang sudah tidak sudi lagi masuk dalam kontainer baju-baju kotor. hhhh, keperempuananku benar-benar tergadai.



Aku seperti orang yang tidak punya cita-cita. padahal sebenarnya cita-citaku sangat banyak. bahkan dengan alay semua hal yang akan ku lakukan tahun ini sudah ku tulis. dan akan kulaksanakan secepatnya. tapi, satupun belum ada yang berjalan. apakah aku ini?

dan akhir-akhir ini, aku menyadari bahwa semakin hari aku akan menjadi semakin tua. tua? apakah aku harus lulus cepat? apakah aku harus berkerja? apakah aku harus mencari uang sendiri? harus mandiri? apakah aku harus menikah???? harus mengurus suami? anak? apakah aku harus punya tanggung jawab yang lebih besar dari ini?

dengan rasa takut ku katakan, Tuhan, aku belum siap :( 

rasanya terlalu sebentar. aku masih ingat hari pertama menginjakkan kaki disini, dikampusku. aku layaknya orang kampung ke kota. melihat betapa hijau dan cantiknya kampusku. yes, dengan bangga, alhamdulillah akhirnya aku kuliah. aku masih ingat saat itu aku berjanji dengan diriku sendiri, aku akan menjadi mahasiswa terbaik, berprestasi, dan bisa membanggakan keluargaku di tanah bumbu. 

kemudian beberapa tahun berlalu, 

aku ternyata hanya menjadi mahasiswa yang biasa-biasa saja. masih ada mahasiswa lain yang jauh lebih berprestasi dariku. apakah aku tidak belajar? aku belajar! hanya saja, aku tidak bersungguh-sungguh, masih ada yang lebih bersungguh-sungguh kuliah selain aku. aku merasa sangat payah, payah, dan payah. hingga saat ini, semester akhirku, aku bahkan belum bisa melakukan penelitian. yang lainnya juga belum bisa sih.  aku memang tidak bodoh-bodoh amat, IPK ku dikampus cukuplah buat bekal lulus. kalau nanti di wisuda insyaallah masih bisa disebut sama moderator LULUS DENGAN SANGAT MEMUASKAN. bahkan ini sedang gencar merubahnya jadi LULUS DENGAN CUMLOAD. hmmmm, kembali lagi, aku belum bisa bersungguh-sungguh. Bheheheeee.

aku menyesal menghabiskan waktu kuliah yang lebih lama. aku menyesal belum bisa melakukan beberapa hal bermanfaat yang TUNTAS ku laksanakan. contohnya? BEM, ya, aku tau pernah ada masa dimana aku benar-benar ingin berbagi, kemudian menjadi tidak ingin sedikitpun berkecimpung lagi didalamnya. aku tau ini tidak profesional. dengan terang-terangan bahkan ada salah satu pengurus bilang kalau aku penghianat. apa yang ku hianati? siapa? organisasi ini? dengan siapa aku berpaling? aku benar-benar menangis mendengarnya. bahkan mubes akhirpun aku tidak lagi datang. sumpah, aku ingin sekali datang. aku bahkan merasa bersalah, tapi  disisi lain sebenarnya aku takut. bahkan dari dulu sebenarnya aku sudah takut. 

Aku benar-benar dalam titik lemah selemah-lemahnya. apakah aku tidak berguna? apakah aku tidak akan bisa menjadi orang yang membanggakan? aku tidak tau apa yang bisa ku banggakan. lebih lagi, aku mungkin tidak bisa menciptakan citra yang baik di jejearing sosial. karena aku termaksut orang yang suka ngoceh. apa aja ditulis. bahkan mamaku pernah bilang bahwa jejaring sosial sudah ku jadikan diari. bhehehe, menurutku. citra itu bisa diciptakan dijejaring sosial. mau baik atau buruknya seseorang adalah dengan "berteman dengannya didunia nyata". apa kau yakin Mario Teguh adalah orang terbaik dan sempurna karena dia bijak didunia maya? hanya Tuhan yang tau..

masih ingat rasanya waktu SD, dengan semangat di diari ku tulis bahwa suatu saat aku akan menjadi DOKTER. ini bukan hal yang remeh. aku merasa anak kecil selalu punya impian dan bersungguh-sungguh mewujudkannya. setiap disuruh menulis biodata, aku selalu menulis cita-citaku adalah DOKTER. masuk SMP, SMA, dan kuliah sampai sekarang Aku sudah tidak punya cita-cita lagi. aku berubah jadi cemen, berantakan, tidak tau harus apa, tidak tau mana yang terbaik untuk masa depanku. entah kemana perginya cita-cita. setiap hari aku meras cita-cita tidak lagi penting. yang penting adalah lakukan terbaik hari ini dan nikmati keberhasilannya dihari esok. 

tapi aku salah..
cita-cita itu penting, sampai tua pun setiap orang masih harus punya cita-cita. bahkan ketika semua yang kita inginkan sudah tercukupi, sudah lengkap, setiap orang tetap harus punya cita-cita. setiap hari harus ada cita-cita. karena menurutku cita-cita itu adalah keharusan. keharusan yang harus kita perjuangkan untuk mendapatkannya dan harus kita pertahankan keberadaannya.

seperti waktu SD, aku selalu ingin punya semangat seperti itu. semangat untuk bersungguh-sungguh meraih sesuatu yang ku inginkan. aku ingin masa dimana aku berjuang untuk ranking 1, aku ingin dimana aku takut jika pulang kerumah tidak membawa nilai yang baik dari sekolah, aku ingin dimana aku bisa membanggakan mama abah saat melihat nilai raportku. atau menjadi pemenang jika bermain asinan dengan teman-temanku. aku ingin menjadi yang terbaik, dan aku selalu bisa. aku ingin yang seperti itu lagi. aku ingin itu kembali. aku ingin percaya bahwa aku bisa menjadi yang terbaik.

ya Allah, kenapa waktu ini begitu singkat, apakah aku masih bisa merubahnya?






Beberapa hal yang tidak perlu disesali

Minggu, tanggal 2 terakhir di tahun 2012

Kutarik nafasku dengan panjang,
aku tidak melihat bintang malam ini. aku juga sebenarnya bukan orang yang hobi melihat bintang kalau malam hari, duduk-duduk di balkon nyamukan sambil menghayal-hayal, ah, itu sangat bukan aku..

apa yang sudah di lakukan 1 tahun ini?
apakah 1 tahun ini lebih baik dari tahun kemarin?

:) kalupun belum, sudahlah, lupakan..
karena ada beberapa hal yang tidak perlu disesali dalam hidup, tidak perlu difikirkan terus menerus, karena hanya akan membuang waktu yang seharusnya bisa digunakan dalam menerima hal-hal baik lainnya.




Mulutmu , mulut setiap orang

Dirumah sedang merampungkan laporan akhir PKM yang deadline minggu ini. subhanallah, malas betul dah. entah kenapa! sebenarnya sudah hampir selesai, tapi moodku sedang tidak baik. aku mulai kefikiran masalah yang sedang membelitku akhir-akhir ini. akhir pekan yang lalu aku sempat di fitnah dengan orang yang, hhhh, tidak begitu penting untuk ku ceritakan di sini :') aku hanya bersyukur masih banyak orang yang selalu mendukungku. Keluargaku, dosen-dosenku, dan beberapa ornag yang tau masalah itu. mungkin ini hanya sedikit cobaan, semoga Allah swt mengampuni dosa-dosaku.

malam ini aku mencoba mencari inspirasi di salah satu website motivator favoritku, salah satunya adalah cerita Mulutmu dari Jamil Azzaini :) kalian harus membaca ini :

Saya mendapat nasihat berharga dari guru kehidupan saya usai subuh pagi ini. Beliau membuka nasihat dengan berkata, “Bagian tubuh mana yang paling cepat membusuk dari ikan?” Saat saya terdiam tidak bisa menjawab dengan tegas guru saya berkata, “Bagian kepalanya. Dan ada apa di kepala ikan? Ada mulut. Kamu tahu Jamil, mulut ikan itu adalah bagian terdepan dari ikan.”
Saya terus menyimak nasihatnya tersebut. Guru saya melanjutkan, “Jagalah mulutmu, karena bagian tubuhmu itulah yang bisa membuat kau cepat membusuk.”
Saya tertegun, merenungi nasihat guruku yang maknanya terasa amat dalam. Usai Subuh biasanya saya akif  twiteran, namun pagi ini saya termenung di dalam mobil yang membawa saya menuju tempat seminar di Adira Finance.
Hidup kita akan membusuk jika tidak mampu menjaga mulut. Para pendusta hidupnya semakin tak berharga. Politisi yang mengumbar janji lewat mulutnya dan tidak menepatinya saat sudah terpilih namanyapun akan semakin membusuk di hati rakyat. Para trainer yang hanya pandai berkata namun miskin tauladan namanyapun akan membusuk di hati para alumni trainingnya.
Orang-orang yang pandai bersilat lidah namun tidak pandai menjaga amanah yang diberikan kepadanya, namanya juga akan membusuk di hati banyak orang. Orang-orang yang pandai berjanji namun abai menepati janji, namanya juga akan membusuk di hati orang-orang yang pernah berinteraksi dengannya. Maka, jagalah mulut Anda karena bila tak pandai menjaganya ia bisa mempercepat busuknya kehidupan Anda.
Mulut di era social media sekarang ini bukan hanya mulut dalam arti fisik. Bisa juga bermakna status Anda di Facebook, tweet Anda di twitter, ocehan Anda di blog atau website. Jagalah itu semua karena bila tidak berhati-hati kehidupan Anda akan cepat membusuk…
Salam SuksesMulia!

Subhanallah..
singkat tapi sangat menusuk-nusuk di fikiranku :D
aku sangat jelas merasa sering kurang baik berbicara, terutama kalau emosiku sedang menghalilintar, orang-orang terdekatku mungkin lebih sedkit mengerti dengan sifatku yang satu ini. But, orang-orang yang tidak mengenalku yang sering membuatku kesal. entahlah, aku sebenarnya sangat benci di Kritik dengan orang yang tidak begitu mengenalku :) aneh rasanya, karena mereka tidak tau apa-apa tentangku. disisi lain, namanya media sosial, banyak orang, yaaahhh, harus bisa ngomong baik khaannn? nah, berbicara tentang "ngomong baik" ini, kadang ada beberapa orang yang belagak Bijak, dll tapi sebenarnya tidak. aku lebih suka menyebutnya munafik.

aneh rasanya, aku jauh lebih memilih menjadi diriku sendiri dan menanggung resiko dari apa yang kulakukan, baik nagatif atau positif. dari pada harus hidup dengan berpura-pura, selalu berpura-pura baik.

itu saja.


happy, autisme's day

Hollaa..
hari ini 1 April 2012, selamat april mop bagi yang merayakan!
hari ini tidak seperti hari biasanya, tadi malam Insomnia dan baru bisa tidur setelah jam 4 pagi, bangun lagi jam 6 pagi behaur, and than BERGEGAS ke lapangan Murdjani with my husbie dan 1 kawan seperjuangan buat masarin Bedda Lotong. oh ya, bedda lotongku sudah Jadiih looghh :):):)

Look :
sumpah, bikin ini Tidak mudah bungsist! untuk lebih lengkap kunjungi Beddalotong.blogspot.com

Belakangan :
baru tau kalau hari ini hari anak Autis sedunia, Happy happy happy autisme, semoga anak-anak autis diseluruh dunia selalu semangat dalam menjalani hidup XOX to all *huummmhhh*


I hope you happy everytime

Surat cinta untukmu (perempuan)

Dear all women,

Hollaaaa..
apa yang bagus untuk dikerjakan hari ini?
mungkin berburu buku di Gramed? hang out dengan sahabat-sahabatmu?  atau berburu makanan enak? atauu lagi,  hanya di kamar berbaring dengan perasaan tenang dan tanpa BEBAN sedikitpun? :) kalau sekarang mungkin aku akan memilih pilihan yang terakhir.

ini untukmu Perempuan-perempuan yang sedang lelah karena setiap hari hanya berusaha membangun Hubungan yang memang sudah tidak bisa dipertahankan lagi. percayalah, BUKAN hanya kamu atau aku yang mengalaminya di Dunia ini. ada ribuan bahkan jutaan wanita di luar sana yang hari ini mennagis merasakan sakit yang sama, walaupun dengan maalah yang berbeda :)

Cerita sendu dan tiada arti

Lama tidak melihat dinding facebook Bebeb, yah, mungkin bisa dikatakan aku adalah pacar yang paling malas untuk mengurusi dan melihat segala aktifitasnya. Tapi dibalik itu semua, Aku sangat mencintai Bebeb. Dan malam ini, aku menemukan sebuah catatan ini di dindingnya, dipostkan pada  pada 12 Oktober 2011 jam 23:26 TEPAT pasca pertengkaran hebat kami.


Malam ini seperti biasa ku habiskan waktu diatas genteng rumahku, duduk santai sambil menikmati satu dari seribu lagu favoritku, "Stop Crying Your Heart Out" milik Oasis.. 


Mencoba menyatukan kembali serpihan hatiku yg patah, tp tak mudah.. 

Seperti halnya saat ku coba menangkap angin.. 



Hemmm.. 

Malam semakin dalam, tapi tak kutemukan satu pun bintang.. 
Hanya langit hitam, sehitam bulu kambing peliharaanku, Barbara namanya dan aku begitu menyayanginya.. 

Aku Malu!

08.00 pm
Sekretariat BEM FAPERTA UNLAM

seperti kegiatan rutin yang dilakukan pengurus BEM setiap jumat malam, entah kenapa aku begitu antusias dengan Tema diskusi malam ini "Acuntabilitas" atau dengan nama lain "Tanggung Jawab". Dilihat dari judul memang sangat sederhana dan membosankan. Bukan karena terlalu umum dan sudah biasa terdengar oleh bahasa sehari-hari, tapi karena kebanyakan setiap orang tidak begitu memperhatikan apa arti tanggung jawab sebenarnya, walaupun kebanyakan dari diri pribadi mereka sudah merasa memiliki tanggung jawab sesuai porsinya masing-masing.

Seperti halnya diriku sendiri. Harus ku akui bahwa aku memang benar paham apa arti dari tanggung jawab, terutama dengan segala hal yang kulakukan baik yang berada di dalam ataupun di luar kampus, aku merasa sudah profesional dengan pekerjaanku, melakukan apa yang menjadi kewajibanku sesuai dengan deadline yang diharapkan, terutama dalam organisasi kampus.

tapi setelah kupahami, Apakah aku sudah benar-benar bertanggung jawab?

*hening*

sama sekali BELUM kawan :)
mungkin aku sudah melakukan semua kewajibanku sebagai seorang pekerja, tapi harus ku akui bahwa aku hanya bisa mencoba profesional, dan aku belum bisa profesional. aku masih berada di Level 5. aku belum bisa membuat diriku sendiri lebih baik. aku juga belum bisa membuat lingkungan yang berada disekitarku baik. aku hanya tipikal orang yang selalu berada atau menjadi korban, yang haya bisa berkata siapa? kapan? kenapa?, aku hanya bisa menyalahkan dan mengkritik orang lain (jujur saja, mengkritik itu menyenangkan). Aku belum bisa berfikir apa sebenarnya yang harus kulakukan, atau bagaimana sebenarnya yang harus kulakukan. Entahlah, aku memiliki komitmen diatas 100%, tapi entah dimana ku simpan tanggung jawab dalam arti sebenarnya. Tanggung jawab yang membuatku fokus kepada solusi dalam hal apapun, bukan sekedar melaksanakan kewajibanku tanpa memikirkan apa dan bagaimana sebenarnya yang kulakukan.

jangankan mencari solusi, memikirkan masalah yang seharusnya menjadi tanggung jawabku pun aku sangat malas. aku merasa yang bertanggung jawab lebih besar dari aku lah yang seharusnya memikirkan itu semua. Padahal aku harus turut andil, karena aku sedang berada dalam lingkungan tersebut.

seperti maling yang ketahuan maling. aku malu sekali. aku masih belum bisa dikatakan apa-apa, padahal aku sering merasa sombong dengan apa yang sekarang ku miliki dan apa yang bisa ku kerjakan.

Aku malu.




Saturday Night, Malam Galau!

Malam minggu?
sebenarnya aku belum tau siapa orang pertama yang menjadikan malam minggu itu adalah malamnya happy-happy. Entah adat dari nenek moyang mana yang menjadikan malam minggu itu malamnya santai! kenapa bukan malam senin, rabu, atau jumat? toh sama aja kan? sama-sama malam dan sama-sama GELAP! sumpah, nih nenek moyang benar-benar galau..

1,
10,
100,
1000????
entah ini malam mingu yang keberapa, entah berapa banyak malam minggu-malam minggu lainnya yang harus ku lalui dengan hanya planga plongo di Rumah! kalau mau bahasa yang lebih keren, sebenarnya ini adalah malam dimana kita menghabiskan malam minggu hanya dengan melihat berbagai acara di Televisi, atau menyelesaikan deadline tugas kuliah yang menumpuk, atauu malam dimana Bolak-Balik sign in jejaring sosial kita! Ngeness bukan? benar-benar ngeness..

betapa MENYAKITKANNYA ketika orang lain berbahagia menghilangkan semua stresnya dengan hang out, berkumpul dan berbagi banyak hal dengan sahabat atau "Pasangan" masing-masing, sementara kita hanya sendirian, tanpa kawan, tanpa pengangan, tanpa sandaran, Dan MASIH MENUMPUK SEJUTA stres yang akhir-akhir ini selalu mengiang dengan kerasnya di dalam otak kita yang sempit! sumpah, itu menyakitkan, kalau ada yang mengatakan dirinya lebih baik sendirian, itu pembohongan besar!


sebagian orang perlu malam minggu, sebagian tidak :)
selesai.

I Believe, believe, and believe!

Subhanallah..
sungguh engkau yang maha terindah ya Allah
aku memang bukan hambamu yang taat, aku bukan muslimah jelmaan bidadari-bidadari surgamu, tapi dengan imanku yang tidak seberapa, dengan sholatku yang tidak seberapa, dengan shedekahku yang tidak seberapa, dan dengan kehinaanku sebagai manusia, Aku mencintaimu..

cukup engkau yang memeliharaku ya Allah, cukup engkau..

ya Allah, penuhi jiwaku dengan satu cinta yang hanya untukmu, meskipun aku sangat tidak layak untuk mendapatkannya,  aku hanya ingin cintamu. aku hanya ingin engkau dan segala rahmatmu..

ya Allah, buka mataku dan hatiku, terangilah hidupku dengan sinarmu, meskipun tubuh ini berubah menjadi hitam, sinarih aku, sinar dengan cahaya cintamu..

Ganti keraguanku, kekecewaanku, kesedihanku dengan iman, dengan iman yang semakin kuat kepadamu..

ampuni aku ya Allah..

bimbing aku menuju jalanmu..

Karena aku percaya, percaya bahwa engkau disini, bersamaku, hidup di hatiku..

Tentang sikap dan sudut pandang

Bleg!
Rasanya semua ingatanku jadi hilang. Aku hampir lupa sekarang hari apa dan tanggal berapa. Kepalaku terasa begitu sesak. Hatiku retak. Pikiranku terasa dijajali ribuan ekor ular berbisa yang siap membagi bisa beracunnya untuk menghancurkan akal sehatku.

Aku baru saja mengingat ulang ucapan seseorang yang mengatakan bahwa aku mirip ibu-ibu usia 30 tahun. Sakit memang memendamnya, tapi mungkin sampai mati aku tidak akan melupakan ucapan itu. walaupun dalam situasi biasa dan santai, untuk perasaan wanita seusiaku itu adalah hal yang sangat mengecewakan :) apakah ada yang salah dengan penampilanku? rasanya aku hanya mengubah sedikit tatanan jilbabku. benar, kalau yang menilai penampilan seseorang itu adalah orang lain. But Im happy with that. aku merasa nyaman. kalaupun terlalu show off, setidaknya jangan mengkritik sesuatu dengan kritikan pedas seperti itu. Apalagi kritikan dari seseorang yang ku anggap lebih tua, lelaki pula! Aku benar-benar merasa hopeless. ingin rasanya aku membanting dan melemparnya kelaut. Alhamdulillah Allah masih menjadikan aku lebih bijak dan dewasa menghadapi lelaki kekanak-kanakan seperti dia.

"aku ingin cantik, aku benci tubuhku!" aku baru saja mendengar ini langsung dari salah satu wanita yang ku kenal. Ada rasa kasihan saat aku melihat wajahnya mengucapkan hal itu. ya, ada kesan tidak nyaman dan malu dengan badannya yang gendut. aku langsung berfikir, setidaknya aku tidak pernah membenci segala sesuatu dari diriku, walaupun itu sangat jelek atau memalukan. Masih ku ingat, dari SD hingga sekarang aku tidak pernah mengikuti mode dan trend-trend terbaru, seperti Rebounding rambut, smoothing, keriting bulu mata, sedot lemak, operasi pembesar payudara, suntik silikon disegala bagian tubuh, atau segala tetek bengeknya. Aku selalu sama seperti ini, rambut bergelombang, alis yang tidak karuan, terutama badan yang Gendut. malah sehabis lebaran berat badanku naik lagi 5 kg :P

coba deh fikir, andai saja satu orang lelaki bisa mengucapkan "kamu cantik dengan hanya menjadi dirimu sendiri" kepada 1 orang wanita, aku yakin kebanyakan dari wanita tidak akan ada yang termakan style-style yang harus menyakiti dirinya sendiri. Belakangan, wanita bisa menjadi lebih HEMAT karena beratus-ratus ribu uang untuk kesalon bisa ditabung.

Pendek kata, wanita itu sebenarnya sudah sangat cantik dari apapun. karena wanita yang lebih berjuang untuk menghidupi setiap manusia. aku hanya heran, kenapa Inner beauty hanya sekedar ucapan yang memiliki makna kosong tanpa ada arti yang benar-benar bermakna. Kalaupun masih ada wanita yang tidak sepenuhnya baik, balik lagi kediri sendiri, sudahkah menjadi pribadi yang baik?

Semoga allah membuka pemikiran kita tentang sikap dan sudut pandang dalam memahami segala sesuatu.

Beruntung atau Tidak?


Bismillahirrahmanirrahim..

dengan menyebut nama Allah yg maha pengasih lagi maha penyayang..

berapa usiaku sekarang???
huaahhh, kutarik nafasku dalam2 dan mencoba berfikir kembali, ya, tinggal menghitung hari lagi usiaku tepat 20 tahun :)
apa yg bisa kulakukan dengan usiaku yg cukup dewasa ini?
Dengan sangat lemas aku menjawab "tidak ada"

kutatap dengan pekat wajahku d cermin. 20 tahun? apa aja yang sudah kulakukan d usia 20 tahun ini? sifatku saja masih seperti anak baru Gede (abg), tepatnya anak-anak, masih labil dan selalu mengeluh dengan keadaan. aku belum bisa membanggakan kedua orang tua, sekolah, sahabat2, bahkan orang2 yang selalu mendukungku selama ini. sementara sangat benyak orang d luar sana yang sudah SUKSES menebar kehormatan2 dan kebanggaan d usia muda, bahkan parahnya ada yg sudah bisa menghasilkan DUIT sendiri d usia yang sangat belia. hekk -_____-

Lhaa aku??
mengurus diri sendiripun aku belum becus! sempat terfikir dalam prosesor otakku yang sedikit nelangsa ini, bisa2 ya aku pacaran! belaga bisa berbagi banyak hal dgn orang lain, padahal berbagi dgn diriku sendiri (jiwa dan raga) aja aku belum MAMPU. sekali lagi kutekankan, aku belum mampu..

mencoba menyadarkan diriku sendiri..
apa aja yang udah kulakukan selama ini. apakah aku tertidur? atau, apakah aku tersadar tapi buta? buta atau pura2 buta? entahlah.. sangat banyaaaakkkk orang2 d luar sana, yang tidak tau lagi siapa aja namanya mampu SUKSES dalam usia yang sangat muda. Sukses dalam pendidikan, karier, dan cinta (cinta? terlalu muda untuk membicarakan cinta). belakangan : mampu membanggakan kedua orang tua dan keluarga, d puja-puji, d anak emaskan, dan lain2..

kenapa itu tidak terjadi dalam hidup SAYA????
kenapa??? konyol sekali..

kenapa aku kalah cantik dengan Nikita willy?, tidak usah d tanya lagi berapa usianya, fikir sendiri..
kenapa aku kalah cerdas dengan Riana Helmi?, dokter termuda d Indonesia, usia 18 tahun udah dapat gelar S1 dari fakultas kedokteran Gajah mada..
kenapa aku kalah uptodate dengan Mark Zuckerberg, nih yang bikin situs FACEBOOK, usianya masih sangat muda, dan setelah d cek2 ternyata dia juga buta warna! astagaaa, padahal aku lulus dengan KUMLOT waktu tes buta warna masuk Unlam..
kenapa aku kalah beruntung sama Sean Belnick?, usia 14 tahun dia sudah bisa menghasilkan duit $50.000.000 per bulan, cuma dengan jualan Kursi, kursi Doangg!!!

allahuakbaaarr (nangis2 megang kepala)

apakah ini TAKDIR ya allah?
dalam hatiku menjawab : ini bukan takdir..

lalu apakah ini semacam PERMAINAN keberuntungan?
dalam hatiku menjawab : pasti bukan..

lalu apaa????

tiba2 mataku tertuju pada sebuah buku berwarna coklat yg tergeletak tak berdaya d atas meja belajarku, ya, buku itu adalah kitab, tepatnya Al-quran. Dalam hati dan otakku tiba2 ingat dengan satu kalimat yang sangat melekat, yaitu : "allah swt tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika bukan mereka sendiri yang mengubahnya"

ya allah apakah aku sudah tertidur lama selama ini?
Ya, aku sudah tertidur lama dan hampir tidak bangun lagi..
ya allah apakah aku tidak  beruntung?
aku yakin setiap manusia dan pribadi itu SELALU beruntung..
ya allah apakah suatu saat aku mampu seperti mereka2?
Wallahu'alam :D Insyaallah aku pasti jauh lebih SUKSES dari mereka semua..

subhanallah..
bener banget deh kata Rasulullah:

ingat 5 perkara, sebelum 5 perkara..
sehat sebelum sakit..
muda sebelum tua..
kaya sebelum miskin..
lapang sebelum sempit..
hidup sebelum mati..

Finally..

ya allah, jangan jadikan masa mudaku sia2, jadikanlah aku orang yg bermanfaat dan bisa membanggakan kedua orang tuaku. amin :)

About me

Foto saya
Just a simple girl, tidak cukup beberapa huruf disini untuk menggambarkan siapa saya | anak bungsu dari Keluarga bugis yang tersesat di Kalimantan | ♥ Buku, Laut, Cg, Sheila On Seven, Hijau, Jalanjalan, dan Makan Enak | Urban Farming, and Go Green!
Diberdayakan oleh Blogger.