Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman


BAB I. PENDAHULUAN
Latar Belakang
Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi. Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan, jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. Penduduk beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara) juga menggunakan jagung sebagai pangan pokok. Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam sebagai pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya), diambil minyaknya (dari bulir), dibuat tepung (dari bulir, dikenal dengan istilah tepung jagung atau maizena), dan bahan baku industri (dari tepung bulir dan tepung tongkolnya). Tongkol jagung kaya akan pentosa, yang dipakai sebagai bahan baku pembuatan furfural. Jagung yang telah direkayasa genetika juga sekarang ditanam sebagai penghasil bahan farmasi.
Berdasarkan temuan-temuan genetik, antropologi, dan arkeologi diketahui bahwa daerah asal jagung adalah Amerika Tengah (Meksiko bagian selatan). Budidaya jagung telah dilakukan di daerah ini 10.000 tahun yang lalu, lalu teknologi ini dibawa ke Amerika Selatan (Ekuador) sekitar 7000 tahun yang lalu, dan mencapai daerah pegunungan di selatan Peru pada 4.000 tahun yang lalu. [1] Kajian filogenetik menunjukkan bahwa jagung budidaya (Zea mays ssp. mays) merupakan keturunan langsung dari teosinte (Zea mays ssp. parviglumis). Dalam proses domestikasinya, yang berlangsung paling tidak 7.000 tahun oleh penduduk asli setempat, masuk gen-gen dari subspesies lain, terutama Zea mays ssp. mexicana. Istilah teosinte sebenarnya digunakan untuk menggambarkan semua spesies dalam genus Zea, kecuali Zea mays ssp. mays. Proses domestikasi menjadikan jagung merupakan satu-satunya spesies tumbuhan yang tidak dapat hidup secara liar di alam. Hingga kini dikenal 50.000 kultivar jagung, baik yang terbentuk secara alami maupun dirakit melalui pemuliaan tanaman.
Akar jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m. Pada tanaman Jagung merupakan tanaman semusim (annual). Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif.
Tinggi tanaman jagung sangat bervariasi. Meskipun tanaman jagung umumnya berketinggian antara 1m sampai 3m, ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6m. Tinggi tanaman biasa diukur dari permukaan tanah hingga ruas teratas sebelum bunga jantan. Meskipun beberapa varietas dapat menghasilkan anakan (seperti padi), pada umumnya jagung tidak memiliki kemampuan ini. Bunga betina jagung berupa "tongkol" yang terbungkus oleh semacam pelepah dengan "rambut". Rambut jagung sebenarnya adalah tangkai putik.
yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman.
Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dan tebu, namun tidak seperti padi atau gandum. Terdapat mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. Batang beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin.
Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang. Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Stoma pada daun jagung berbentuk halter, yang khas dimiliki familia Poaceae. Setiap stoma dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk kipas. Struktur ini berperan penting dalam respon tanaman menanggapi defisit air pada sel-sel daun.
Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Tiap kuntum bunga memiliki struktur khas bunga dari suku Poaceae, yang disebut floret. Pada jagung, dua floret dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal: gluma). Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman, berupa karangan bunga (inflorescence). Serbuk sari berwarna kuning dan beraroma khas. Bunga betina tersusun dalam tongkol. Tongkol tumbuh dari buku, di antara batang dan pelepah daun. Pada umumnya, satu tanaman hanya dapat menghasilkan satu tongkol produktif meskipun memiliki sejumlah bunga betina. Beberapa varietas unggul dapat menghasilkan lebih dari satu tongkol produktif, dan disebut sebagai varietas prolifik. Bunga jantan jagung cenderung siap untuk penyerbukan 2-5 hari lebih dini daripada bunga betinanya (protandri).
Biji jagung kaya akan karbohidrat. Sebagian besar berada pada endospermium. Kandungan karbohidrat dapat mencapai 80% dari seluruh bahan kering biji. Karbohidrat dalam bentuk pati umumnya berupa campuran amilosa dan amilopektin. Pada jagung ketan, sebagian besar atau seluruh patinya merupakan amilopektin. Perbedaan ini tidak banyak berpengaruh pada kandungan gizi, tetapi lebih berarti dalam pengolahan sebagai bahan pangan. Jagung manis diketahui mengandung amilopektin lebih rendah tetapi mengalami peningkatan fitoglikogen dan sukrosa.
Selain sebagai bahan pangan dan bahan baku pakan, saat ini jagung juga dijadikan sebagai sumber energi alternatif. Lebih dari itu, saripati jagung dapat diubah menjadi polimer sebagai bahan campuran pengganti fungsi utama plastik. Salah satu perusahaan di Jepang telah mencampur polimer jagung dan plastik menjadi bahan baku casing komputer yang siap dipasarkan.
Kacang tanah, kacang una, suuk, kacang jebrol, kacang bandung, kacang tuban, kacang kole, kacang banggala (bahasa Yunani: Arachis hypogaea L., bahasa Inggris: peanut, groundnut) merupakan tanaman polong-polongan atau legum dari famili Fabaceae, kedua terpenting setelah kedelai di Indonesia. Kacang tanah merupakan sejenis tanaman tropika. Ia tumbuh secara perdu setinggi 30 hingga 50 cm (1 hingga 1½ kaki) dan mengeluarkan daun-daun kecil. Tanaman ini adalah satu di antara dua jenis tanaman budidaya selain kacang bogor, Voandziea subterranea yang buahnya mengalami pemasakan di bawah permukaan tanah. Jika buah yang masih muda terkena cahaya, proses pematangan biji terganggu.
Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan tepatnya adalah Brazillia, namun saat ini telah menyebar ke seluruh dunia yang beriklim tropis atau subtropis Masuknya kacang tanah ke Indonesia pada abad ke-17 diperkirakan karena dibawa oleh pedagang-pedagang Spanyol,Cina,atau Portugis sewaktu melakukan pelayarannya dari Meksiko ke Maluku setelah tahun 1597 Pada tahun 1863 Holle memasukkan Kacang Tanah dari Inggris dan pada tahun 1864 Scheffer memasukkan pula Kacang Tanah dari Mesir Republik Rakyat Cina dan India kini merupakan penghasil kacang tanah terbesar dunia.
Tanaman Kacang tanah bisa dimanfaatkan untuk makanan ternak, sedang bijinya dimanfaatkan sebagai sumber protein nabati , minyak dan lain-lain. Sebagai tanaman budidaya, kacang tanah terutama dipanen bijinya yang kaya protein dan lemak. Biji ini dapat dimakan mentah, direbus (di dalam polongnya), digoreng, atau disangrai.
Di Amerika Serikat, biji kacang tanah diproses menjadi semacam selai dan merupakan industri pangan yang menguntungkan. Produksi minyak kacang tanah mencapai sekitar 10% pasaran minyak masak dunia pada tahun 2003 menurut FAO. Selain dipanen biji atau polongnya, kacang tanah juga dipanen hijauannya (daun dan batang) untuk makanan ternak atau merupakan pupuk hijau.
Kacang tanah kaya dengan lemak, mengandungi protein yang tinggi, zat besi, vitamin E dan kalsium, vitamin B kompleks dan Fosforus, vitamin A dan K, lesitin, kolin dan kalsium. Kandungan protein dalam kacang tanah adalah jauh lebih tinggi dari daging, telur dan kacang soya. Mempunyai rasa yang manis dan banyak digunakan untuk membuat beraneka jenis kue. Kacang tanah juga dikatakan mengandung bahan yang dapat membina ketahanan tubuh dalam mencegah beberapa penyakit. Mengkonsumsi satu ons kacang tanah lima kali seminggu dilaporkan dapat mencegah penyakit jantung. Kacang tanah bekerja meningkatkan kemampuan pompa jantung dan menurunkan resoki penyakit jantung koroner. Memakan segenggam kacang tanah setiap hari terutama pesakit kencing manis dapat membantu kekurangan zat.
Kacang tanah mengandung Omega 3 yang merupakan lemak tak jenuh ganda dan Omega 9 yang merupakan lemak tak jenuh tunggal. Dalam 1 ons kacang tanah terdapat 18 gram Omega 3 dan 17 gram Omega 9. Kacang tanah mengandung fitosterol yang justru dapat menurunkan kadar kolesterol dan level trigliserida, dengan cara menahan penyerapan kolesterol dari makanan yang disirkulasikan dalam darah dan mengurangi penyerapan kembali kolesterol dari hati, serta tetap menjaga HDL kolesterol. Kacang tanah juga mengandung arginin yang dapat merangsang tubuh untuk memproduksi nitrogen monoksida yang berfungsi untuk melawan bakteri tuberkulosis.
Kajian-kajian menunjukkan kacang tanah dapat sebagai penurun tekanan darah tinggi dan juga kandungan kolestrol dalam darah, berkesan untuk melegakan penyakit hemofilia atau kecenderungan mudah berdarah, penyakit keputihan dan insomnia. Namun Kacang tanah sangat dicegah pada mereka yang menghadapi penyakit jenis kanker payudara dan yang mempunyai masalah jerawat atau acne juga dinasihatkan berhenti mengonsumsi kacang tanah.
Tujuan praktikum ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan tanaman Jagung dan Kacang Tanah.


BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
Perkembangan dan pertumbuhan pada suatu tanaman merupakan hasil interaksi yang kompleks antara tiga factor, yang meliputi factor intraseluler (dari dalam sel), intraseluler dan lingkungan. Bentuk dan ukuran tumbuhan banyak ditentukan oleh factor herediritas. Gen berpangaruh pada setiap struktur tumbuhan dan juga terhadap perkembangannya. Factor heredisitas inilah yang merupakan factor intraseluler, sedangkan fakktor interseluler adalah hormone.
Ada beberapa macam hormone yang hampir semuanya berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan, dan masing-masing mempunyai pengaruh yang berbeda antara satu dengan yang lain. Selain hormone, lingkungan juga merupakan factor penting yang berpengaruh terhadap pertumbuahan dan perkembangan tanaman. misalnya kelembaban uadara, air tanah dan mineral, suhu udara, dan cahaya ( moh. Amin . 1994 ).
Cahaya merupakan sumber energi untuk fotosintesis. Dengan demikian cahaya memberikan pengaruh langsung pada ketersedian makanan. Ketersediaan makanan akan mempengaruhi penbelahan sel yang berpengaruh terhadap pertumbuhan. Daun dan batang yang tumbuh ditempat gelap akan kelihatan kuning pucat atau yang disebut etiolasi. Kekurangan klorofil akan menyebabkan pengirangan hasil fotosintesis sehingga jaringan akan mati karena kekurangan makanan. Dengan tidak adanya cahaya matahari menyebabkan batang tumbuh lebih panjang, lembek dan kurus, dan juga daun tumbuh tidak normal.
Walaupun jumlah cahaya kurang dari yang biasa diterima oleh tumbuhan, tetapi kenyataannya tumbuahan yang bersangkutan dapat tumbuh dengan baik. Hal ini bapat terjadi bila transpirasi berjalan lebih lambat dari pada proses fotosintesis sehingga jaringan yang sedang tumbuh menerima air lebih banyak dan proses pembuatan makanan tidak mengalami hambatan. Dengan demikian batang tumbuh dengan cepat dan daun melebar. Pada tumbuhan yang sama, daun yang terlindung dan daun yang tidak terlindung dari sinar matahari akan menunjukan gejala yang berbeda. Daun yang tidak terlindung akan lebih banyak mengandung gula dan hanya sedikit mengandung air. Hal ini dapat terjadi karena daun di tempat yang tidak terlindung melakukan respirasi dan fotosintesis lebih cepat. Daun ini memiliki sel palisade yang membentuk lapisan lebih dari satu lapis, kutikulanya menebal, sehingga daun menebal tetapi kecil atau sempit. Daun yang berada pada naungan atau yang daun di tempat yang terlindung berisi air lebih banyak, tetapi makan kurang atau sedikit. Sel mesopil meningkat jumlahnya, sehingga permukaan daun melebar ( Prowoto,1994 ).
Panjang pennyinaran mempunyai pengaruh yang khusus bagi pertumbuhan dan reproduksi pertumbuhan tanaman. Respons tumbuhan terhadap panjangnya penyinaran yang bervariasi disebut fotoperiodisme. Respons fotoperiodik pada tumbuhan meliputi dormansi, pembungaan, perkecambahan, perkembangan batang dan akar. Respons ini dikendalikan oleh pigmen yang mengabsorsi cahaya, yaitu fitokrom (Mariam,1994).
Untuk pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman di pengaruhi oleh factor-faktor  tanah, iklim dan tanamannya sendiri, yang semuanya saling berkaitan  erat satu sama lain. Beberapa faktor ada yang dapat dikontrol oleh manusia dan ada pula yang sedikit bahkan bahkan ada yang tidak dapat terkontrol sama sekali. Sebagai contoh yaitu faktor cahaya, temperatur dan udara, hanya sedikit saja yang dapat dikontrol oleh dapat manusia. Sedangkan faktor  unsur hara  dapat ditingkatkan kesediannya dalam tanah dengan jalan memperbaiki kondisi tanah seddemikian rupa atau dengan pemupukan.
Kapasitas tanah menyediakan unsur hara bagi pertumbuhan tanaman adalah relatif terbatas dan sangat tergantung dari sifat dan ciri tanah tersebut. Keadaan ini sering menimbulkan problema dalam meningkatkan produksi tanaman. Disamping itu pertumbuhan tanaman juga dipengaruhi oleh beberpa faktor yang erat kaitannya dengan tanah.
Tanama akan mengabsorpsi unsur hara dalam bentuka ion yang terdapat disekitar daerah perakaran. Unsur- unsur  ini harus berada dalam bentuk tersedia dan dalam konsentrasi optimum bagi pertumbuhan. Selanjutnya unsur-unsur tersebut berada dalam suatau keseimbangan.
Hingga sekarang telah dikenal 16 unsur hara essensial bagi tanaman. Berdasarkan kebutuhannya bagi tanaman maka 16 unsur hara essensial tersebut dapat dibagi dalam dua kelompk, yaitu unsur hara makro dan kelompok unsur hara mikro. Unsur hara makro relatif lebih banyak digunakan / dibutuhkan bahkan dapat mencapai 100 kg ataupun lebih untuk setiap hektar. Sedangkan unsur hara mikro dibutuhkan dalam jumlah lebih sedikit.
Banyak unsur hara yang diserap oleh tanaman, salah satunya adalah unsur hara mikro yaitu besi. Klorosis  besi ysng kadang-kadang  diacu sebagai kekurangan Fe atau stress Fe, sangat umum dijumpai pada tanah-tanah alkalin, terutama tanah-tanah berkapur paling mungkin mengalami klorosis.
Kekurangan Fe didalam tanah disebabkan oleh kadar Ca, P, atau Mn didalam tanah yang terlalu tinggi akibat dari pemupukan. Ketersedian Fe akan menurun seiring dengan meningkatnya pH tanah. Dalam kondisi normal, Fe tidak mudah tercuci dari zona perakaran, tetapi pada tanah dengan aerasi buruk, penyerapan Fe menjadi terhambat.
Gejala yang muncul akibat defisiensi/kekurangan Fe adalah warna kuning diantara tulang daun, tetapi tulang daunnya tetap berwarna hijau. Gejala lanjutannya berupa warna daun menjadi putih, pertumbuhan terhenti, daun gugur, dan bagian pucuknya mati.


BAB III. METODE
Bahan dan Alat
Bahan
            Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah :
1.      Benih/biji (jagung ) 80 biji
2.      Benih kacang
3.      Pupuk kandang
4.      Tali rapia
5.      Amplop besar
Alat
            Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah :
1.      Cangkul
2.      Meteran
3.      Tajak
4.      Penggaris
5.      Alat tulis
6.      Neraca analitik
7.      Oven
Tempat dan Waktu
Praktikum dilaksanakan di sekitar lahan Gedung Pasca Sarjana Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Dilaksanakan mulai dari tanggal 23 Februari – 28 April 2011 pada pukul 16.00 sampai dengan selesai.


Prosedur Kerja
a.      Persiapan lahan
1.      Bersihkan lahan dari sisa-sisa tanaman
2.      Ukur lahan seluas 2,5 meter dari Barat ke Timur dan 3 meter dari arah Utara ke Selatan (2,5m x 3m).
3.      Olah tanah dan dibalik-balik dengan cangkul biarkan selama satu minggu.
4.      Buat bedengan terlebih dahulu pada sisi-sisi lahan.
b.      Pemupukan
1.      Siapkan pupuk kandang dan berikan pada lahan hingga rata.
c.       Penanaman Benih
1.      Pilih benih jagung 80 buah dan kacang tanah
2.      Buat lubang tanam dengan tangan atau dengan tajak (jangan terlalu dalam)
3.      Masukkan benih pada lubang tanam (untuk jagung 2 biji perlubang, untuk jagung 5 biji perlubang)
4.      Tutup lubang tanam dengan tanah.
5.      Apabila benih tidak tumbuh maka dilakukan penyulaman.
d.      Pengelolaan
1.      Setiap hari tanaman disiram pagi atau sore.
2.      Bersihkan gulma yang tumbuh pada lahan.
3.      Setelah tanaman tumbuh maka dilakukan pembumbunan agar tanah menjadi gembur dan memperbaiki aerasi (sirkulasi udara dalam tanah).
4.      Dilakukan pemangkasan atau dicabut apabila ada daun atau cabang yang telah layu atau tanaman yang mati.
e.       Pengukuran tanaman
1.      Ukur tinggi tanaman setelah tanaman mulai tumbuh (sejak keluar tunas)
2.      Hitung jumlah daun dan ukur lebar daun (jagung) serta hitung jumlah cabang (kacang tanah)
f.       Pengukuran secara destruktif
1.      Tanaman yang telah berumur 4 MST dicabut sampai akar tetapi diukur dahulu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang dan lebar daun.
2.      Cuci bersih akarnya, hati-hati jangan sampai akarnya putus.
3.      Kering anginkan dan dibawa ke laboratorium.
4.      Ukur luas daun satu tanaman (L1T) dengan LAM (Leaf Area Meter) baik jagung maupun kacang tanah.
5.      Potong akar, batang dan pisahkan dengan daun-daunnya.
6.      Timbang pada neraca analitik bobot basah akar, batang dan daun.
7.      Masukkan ke dalam amplop dan beri tanda untuk mudah mengigat.
8.      Masukkan ke dalam oven dengan suhu 800C.
9.      Timbang bobot kering tanaman.
Rumus perhitungan :
Rounded Rectangle: L1T = A + B  × LD
A


                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           
Keterangan:
A = berat daun terukur
B = berat daun sisa
LD = luas daun yang terukur pada LAM (cm2)


BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Berdasarkan praktikum ini diperoleh hasil, yaitu :
Tabel 1. Jadwal dan kegiatan praktikum
Minggu ke-
Hari, tanggal-bulan-tahun
Kegiatan
Parameter yang diamati
1
Rabu, 23-02-2011
Pengolahan tanah
(pembukaan lahan dan pembuatan bedengan)
Cara pengolahan tanah
2
Kamis, 03-03-2011
Memperbaiki lahan dan pemupukan
Jumlah takaran pupuk yang diberikan
3
Kamis, 10-03-2011
Penanaman benih jagung dan kacang tanah
Jumlah benih yang di tanam tiap lubang tanam
4
Kamis, 17-03-2011
-Pemeliharaan (penyiangan, penyulaman, penyiraman)
-Keadaan tanaman dan lahan pertanaman
-Pengamatan
-Tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, dan jumlah cabang tanaman
5
Kamis, 24-03-2011
-Pemeliharaan
(pembumbunan)
-Keadaan tanaman dan lahan pertanaman
-Pengamatan
-Tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, dan jumlah cabang tanaman
6
Kamis, 31-03-2011
-Pemeliharaan (penyiangan)
-Kebersihan lahan pertanaman
-Pengamatan
-Tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, dan jumlah cabang tanaman
7
Kamis, 07-04-2011
-Pemeliharaan (penyiangan dan pembumbunan)
-Kebersihan lahan pertanaman dan keadaan tanaman
-Mencabut tanaman, mengukur dan menghitung LID di laboratorium
-Berat basah dan berat kering tanaman
8
Kamis, 14-04-2011
-Pemeliharaan (penyiangan)
-Kebersihan lahan pertanaman
-Mencabut tanaman, mengukur dan menghitung LID di laboratorium
-Berat basah dan berat kering tanaman
9
Kamis, 21-04-2011
-Pemeliharaan (penyiangan)
-Kebersihan lahan pertanaman
-Mencabut tanaman, mengukur dan menghitung LID di laboratorium
-Berat basah dan berat kering tanaman
10
Kamis, 28-04-2011
-Pemeliharaan (penyiangan)
-Kebersihan lahan pertanaman
-Mencabut tanaman, mengukur dan menghitung LID di laboratorium
-Berat basah dan berat kering tanaman
11
Kamis, 05-05-2011
-Pemeliharaan (penyiangan)
-Mencabut tanaman, mengukur dan menghitung LID di laboratorium
-Kebersihan lahan pertanaman

-Berat basah tanaman



Tabel 2. Data Hasil Pengamatan Tanaman Jagung (Zea mays)5MST
Jagung
Tanaman No.
Tinggi tanaman (cm)
Jumlah Daun
Lebar daun (cm)





A
1
26,5
4
1,8
2
18
5
2,5
3
25,3
5
2,6
4
21
5
2,7
5
29,8
6
3,2
6
26,5
6
3,3
7
21,6
6
2,6
8
21,4
6
2,6
9
18,5
6
2,5
10
20
5
1,8





B
1
29,1
5
2
2
24
6
1,5
3
26
5
2,4
4
26
6
3,5
5
31,5
6
3
6
26,5
6
2,5
7
35,5
6
4
8
31,5
6
3
9
27,5
6
2,7
10
22,5
5
2,7





C
1
20,4
5
2
2
33
6
3,4
3
29
5
2,5
4
32,5
6
32
5
29,5
6
3,5
6
33
6
3,4
7
26,3
7
3,7
8
28
6
4
9
24,7
7
3,4
10
28,9
5
3

1
20
6
3,5

2
30,5
5
2,2

3
31
5
2,6

4
26
6
3,4

5
22,1
6
3,5
D
6
25
7
3,8

7
25
5
3,5

8
27
5
2

9
22
6
4

10
34
6
4

Tabel 3. Data Hasil Pengamatan Tanaman Kacang Tanah 5MST
Tanaman No.
Tinggi tanaman (cm)
Jumlah Cabang
1
8
9
2
5
7
3
6
7
4
8
8
5
6,3
7
6
5
5
7
8,5
9
8
8,3
9
9
11
15
10
10,5
12

Tabel 4. Data Hasil Pengamatan Tanaman Jagung (Zea mays) 6MST
Jagung
Tanaman No.
Tinggi tanaman (cm)
Jumlah Daun
Lebar Daun
(cm)
A











B













C





D
1
36,5
6
3
2
52,5
6
4,1
3
57,2
8
4,3
4
81,4
9
4,5
5
74
8
6
6
70,5
7
5,9
7
60
8
4,5
8
67
7
5
9
73,4
8
4
10
60
8
4
1
51
7
4,7
2
75
7
4,8
3
49,5
7
4,3
4
72,5
7
5,2
5
86,2
7
4,5
6
75
8
5
7
78,2
7
6
8
74
7
5,7
9
59
6
5
10
66,5
8
4,5
1
54,5
7
3,2
2
76
8
4,6
3
81
7
3,9
4
73
8
4,9
5
67
8
4,2
6
92,9
8
5,1
7
95
8
5,4
8
80,9
9
6
9
92,5
9
6
10
63,5
8
4,4
1
56
7
4,8
2
54
7
3,2
3
49
7
4,3
4
54
9
4,8
5
63,3
6
4,9
6
76,2
8
5,2
7
62,5
8
5,2
8
79
7
4,8
9
95
7
5
10
78
7
5,1

Tabel 5. Data Hasil Pengamatan Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea) 6MST
Tanaman No.
Tinggi tanaman (cm)
Jumlah Cabang
1
10
11
2
8
16
3
8
17
4
8,5
8
5
11
13
6
13,2
23
7
13,6
17
8
11
16
9
12,4
16
10
12
27















Pembahasan
A.    Pembukaan lahan dan pengolahan tanah serta pemupukan
Lahan yang di buka  berjumlah 2 petak dengan ukuran 3 m x 2,5 m. satu petak akan di tanam dengan tanaman kacang tanah (pada arah timur) dan satu petak lagi akan di tanam dengan tanaman jagung (pada arah barat).
B.     Pengelolaan tanah untuk menyiapkan tempat persemaian (seedbed)
Benih akan berkecambah bila di letakkan secara baik pada tanah lembab dengan suhu dan aerasi yang memadai. Kecambah akan muncul dari tanah bila tanah yang menutupinya cukup gembur sehingga memudahkan kecambah untuk menembusnya. Kondisi tersebut dapat di capai dengan pengolahan tanah. Bila pengolahan tanah di lakukan pada tanah lembab, perkecambahan umumnya lebih mudah, di bandingkan dengan tanah kering yang di olah kemudian di airi sehingga terbentuk lapisan kerak (crust) di permukaan tanah yang menghambat perkecambahan.
C.     Pengolahan tanah untuk pemberantasan gulma
Sampai dengan tahun 1940-an saat di ketemukan herbisida, pengolahan lahan untuk pemberantasan gulma merupakan bagian integral dari budidaya tanaman. Gulma di benamkan pada saat pengolahan tanah dan setiap kali penyiangan. Penyiangan umumnya kurang efektif, karna banyak gulma berada di sekitar tanaman, kecuali bila penyiangan di lakukan dengan tangan. Umumnya penyiangan memutuskan akar-akar tanaman yang dangkal. Herbisida dalam membunuh gulma lebih efektif daripada pengolahan tanah, karena dengan menggunakan herbisida lebih dapat menghemat pemakaian tenaga dan bahan bakar.
D.    Pengelolaan tanah dan kondisi tanah olah
Pengolahan tanah dapat memperbaiki pertumbuhan tanaman melalui perbaikan aerasi, pergerakan air dan penetrasi akar dalam profil tanah. Tanah harus mengandung cukup air dan udara serta cukup gembur agar akar dapat tumbuh dan menyerap unsur hara yang cukup bagi pertumbuhannya. Ini berarti tanah harus berada pada kondisi fisik yang baik bagi pertumbuhan tanaman. Tanah yang bertekstur kasar umumnya mempunyai kapasitas penyediaan hara dan air yang tinggi tetapi aerasinya buruk. Pengolahan tanah pada tanah-tanah berpasir tidak banyak berarti dalam memperbaiki kondisi fisik tanah, tetapi sebaliknya pada tanah bertekstur halus, pengolahan tanah berpengaruh nyata dalam perbaiakan aerasi tanah.
E.     Pemupukan
Pupuk kandang merupakan kotoran padat dan cair dari hewan ternak yang tercampur dengan sisa-sisa makanan ataupun alas kandang. Pupuk ini dapat menambah unsur hara ke dalam tanah, mempertinggi humus memperbaiki struktur tanah dan mendorong kehidupan jasad.
Data hasil yang di peroleh dari minggu ke empat (awal dari pengamatan tanaman) sampai akhir pengamatan.
Lahan barat di tanami dengan tanaman jagung (Zea mays L.) dengan jarak tanam 25 cm x 75 cm. dalam 1 bedengan terdapat 52 lubang tanam dengan 2 benih jagung dalam 1 lubang.
Lahan timur di tanam dengan tanaman kacang tanah (Arachis hypogea L.) dengan jarak tanam 20 cm x 30 cm, sehingga dalam satu bedengan terdapat 112 lubang tanam dengan 2 benih kacang tanah dalam 1 lubang.

Dari hasil praktikum didapatkan beberapa data pertumbuhan dan perkembangan tanaman Jagung dan Kacang Tanah yang meliputi keadaan fisiologis, morfologis, dan luas satu tanaman. Tanaman-tanaman ini mengalami respon pertumbuhan sejak 5 minggu setelah tanam (MST). Pengamatan juga dilakukan dari 5 minggu setelah tanam hingga 10 minggu setelah tanam.
1.       Tanaman Jagung (Zea Mays)
Parameter yang di gunakan untuk menganalisis pertumbuhan dan perkembangan tanaman, yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun, dan lebar daun hingga 6 MST.
Tanaman jagung mengalami pertumbuhan dan perkembangan tanaman dengan baik. Ini dibuktikan dengan bertambah tingginya tanaman, bertambah banyaknya jumlah daun dan bertambah lebarnya daun setiap minggu setelah tanam.
Dari data pertumbuhan dan perkembangan tanaman 1 hingga 10 dalam baris setelah dirata-ratakan dari 6 MTS, yaitu :
·         Pada baris A tinggi tanaman mencapai 56,55 cm, jumlah daun sebanyak 8 helai, dan lebar daun mencapai 4,53 cm.
·         Pada baris B tinggi tanaman mencapai 68,69cm, jumlah daun sebanyak 7 helai, dan lebar daun mencapai 4,97 cm.
·         Pada baris C tinggi tanaman mencapai 77,63 cm, jumlah daun sebanyak 8 helai, dan lebar daun mencapai 4,77 cm.
·         Pada baris D tinggi tanaman mencapai 66,7 cm, jumlah daun sebanyak 7 helai, dan lebar daun mencapai 4,21 cm.
Dari data rata-rata pertumbuhan dan perkembangan tanaman selama 6 MTS diatas dapat disimpulkan bahwa tinggi tanaman dan jumlah daun pada tanaman tertinggi dihasilkan oleh tanaman jagung baris C, sedangkan luas daun tertinggi dihasilkan oleh tanaman jagung baris B.
Tinggi tanaman merupakan ukuran tanaman yang sering di amati baik sebagai indikator pertumbuhan maupun sebagai parameter yang di gunakan untuk mengukur pengaruh lingkungan atau perlakuan yang di tetapkan. Ini di dasarkan atas kenyataan, bahwa tinggi tanaman merupakan ukuran pertumbuhan yang paling mudah di lihat. Tanaman yang mengalami kekurangan cahaya biasanya lebih tinggi dari tanaman yang mendapat cahaya cukup.
Jumlah daun mempengaruhi keefektifitasan penggunaan radiasi matahari, begitu pula dengan lebar daun jagung.
2.       Tanaman Kacang Tanah (Arachis Hypogaea L.)
Parameter yang di gunakan untuk menganalisis pertumbuhan dan perkembangan tanaman, yaitu tinggi tanaman (cm) dan jumlah cabang hingga 6 MST.
Dari 10 sampel tanaman Kacang Tanah mengalami pertumbuhan dan perkembangan tanaman dengan baik. Ini dibuktikan dengan bertambah tingginya tanaman dan bertambah banyaknya jumlah cabang setiap minggu setelah tanam.
Dari data pertumbuhan dan perkembangan sampel tanaman 1a hingga 10 setelah dirata-ratakan dari 6 MTS, yaitu :
·         Pada tanaman 1 tinggi tanaman 9 cm dan 10 jumlah cabang.
·         Pada tanaman 2 tinggi tanaman 6,5 cm dan 12 jumlah cabang.
·         Pada tanaman 3 tinggi tanaman 7 cm dan 12 jumlah cabang.
·         Pada tanaman 4 tinggi tanaman 8,25 cm dan 8 jumlah cabang.
·         Pada tanaman 5 tinggi tanaman 8,15 cm dan 10 jumlah cabang.
·         Pada tanaman 6 tinggi tanaman 9,1 cm dan 14 jumlah cabang.
·         Pada tanaman 7 tinggi tanaman 11,05 cm dan 13 jumlah cabang.
·         Pada tanaman 8 tinggi tanaman 9,65 cm dan 12 jumlah cabang.
·         Pada tanaman 9 tinggi tanaman 11,7 cm dan 21 jumlah cabang.
·         Pada tanaman 10 tinggi tanaman 11,25 cm dan 20 jumlah cabang.
Dari data rata-rata pertumbuhan dan perkembangan tanaman selama 6 MTS diatas dapat disimpulkan bahwa tinggi tanaman tertinggi dan jumlah cabang terbanyak dihasilkan oleh sampel tanaman nomor 9.
Pada tanaman kacang tanah, 5 MST kacang tanah masih ada yang dalam fase muda dengan sub fase perkecambahan. Hal ini di tandai dengan munculnya radicle dan plumule dari benih. Sedangkan sebagian yang lain, telah memasuki tahap pertumbuhan bibit. Pada hari 6 MST setelah tanam, terjadi peningkatan atau laju tumbuh yang besar, sehingga tanaman telah memasuki sub fase negatif cepat.



3.       Analisa data perhitungan berat basah Luas 1 daun (L1D) tanaman Jagung dan Kacang Tanah.

Setelah 7 MTS, Pada 2 sampel tanaman jagung didapatkan hasil luas 1 tanaman sebesar 2910, 887 cm2 dan 2242,44 cm, sedangkan pada sampel tanaman kacang tanah sebesar 234,26 cm. Hasil ini didapat dari perhitungan luas 1 tanaman menggunakan rumus yang telah ditentukan.
Dari hasil analisa yang didapat, setiap minggu luas 1 tanaman Jagung dan Kacang Tanah mengalami peningkatan, dari 7 MTS hingga 11 MTS. Peningkatan luas 1 tanaman ini dikarenakan setiap minggu tanaman mengalami pertumbuhan dan perkembangan yg baik.
Dalam pertumbuhan tetdapat beberapa fase-fase yang dilalui reproduksi tanaman, yaitu fase seksual dan aseksual, dimana fase siklus ditandai dengan pertumbuhan tanaman dari masa embrio hingga mencapai masa embrio lagi.
Pada tanaman Jagung dan Kacang Tanah hanya melakukan Fase siklus seksual, diawali pada masa embrio, dimana terjadinya persatuan antar gamet jantan dan gamet betina dan kemudian menghasilkan embrio (zigot), kemudian kemasa juvenil yang diawali sejak perkecambahan biji sampaia menjelang berbunga (masa dewasa). Pada masa ini terlihat pertumbuhan vegetatif yang sangat dominan. Masa juvenil ini ditandai dengan beberapa perubahan bentuk tanaman seperti bentuk daun, karakter pertumbuhan, dan kadang-kadang tumbuhnya duri. Tetapi tanaman pada masa juvenil masih belum menunjukkan respon terhadap rangsangan pembungaan. Setelah masa juvenil lalu masuk ke masa transisi. Masa transisi menjembatani batas antara masa juvenil dengan masa reproduksi atau masaa dewasa (adult stage). Pada masa ini tanaman mengalami perubahan bentuk daun, kebiasaan tumbuh, serta mulai menunjukkan respon terhadap rangsangan pembungaan. Respon tanaman terhadap perubahan dalam masa transisi ini berbeda, ada yang lambat dan adapula yang cepat. Sekalipun masa pembungaan dikontrol oleh gen, tetapi masa ini dapat pula dipengaruhi oleh perlakuan manipulasi lingkungan atau dengan perlakuan tanaman khusus.
BAB V. PENUTUP
Kesimpulan
            Kesimpulan yang didapat pada praktikum ini, yaitu :
1.      Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi. Sebagai sumber karbohidrat utama di beberapa Negara berkembang.
2.      Kacang tanah merupakan tanaman polong-polongan atau legum dari famili Fabaceae, kedua terpenting setelah kedelai di Indonesia. Kacang tanah kaya dengan lemak, mengandungi protein yang tinggi, zat besi, vitamin E dan kalsium, vitamin B kompleks dan Fosforus, vitamin A dan K, lesitin, kolin dan kalsium.
3.      Dari data rata-rata pertumbuhan dan perkembangan tanaman selama 6 MTS diatas dapat disimpulkan bahwa tinggi tanaman dan jumlah daun pada tanaman tertinggi dihasilkan oleh tanaman jagung baris C, sedangkan luas daun tertinggi dihasilkan oleh tanaman jagung baris B.
4.      Dari data rata-rata pertumbuhan dan perkembangan tanaman selama 6 MTS diatas dapat disimpulkan bahwa tinggi tanaman tertinggi dan jumlah cabang terbanyak dihasilkan oleh sampel tanaman nomor 9.
5.      Fase-fase yang dilewati tanaman selama siklus hidupnya yaitu : fase embrio, fase muda/juvenil/vegetatif, fase dewasa, dan fase menua.
6.      Pertumbuhan tanaman merupakan perubahan secara kuantitatif yang selama siklus hidupnya tanaman tersebut bersifat tak terbalikkan (irreversible).
7.      Dari hasil tersebut didapat bahwa tanaman jagung dan kacang tanah yang ditanam praktikan di lahan pertanaman selalu memperlihatkan pertumbuhan dan perkembangannya sampai tanaman tersebut memasuki fase menua dan mati.
Saran
            Saran dari praktikan untuk praktikum ini adalah sebaiknya analisis data harus benar-benar diawasi dengan benar dan perhitungannya diawasi oleh Dosen pengajar, agar data yang dihasilkan akan tepat dan bisa dilihat pembanding pertumbuhannya.


DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2009. http://id.wikipedia.org/wiki/Jagung - Tembolok - Mirip
Anonim.2009.qlikers.wordpress.com/makalahq/-Tembolok-Mirip
Faridah, siti Nur. 2003. Analisis Kebutuhan Air Tanaman Jagung (zea mays,)               Pada Berbagai Jenis Tanaman.
Anonim.2009.http://ptsingosari.com.
Anonim.2009.www.tempo.co.id/medika/arsip/092002/hor-1.htm-Cached- Similar.
Anonim. Kacang Tanahhttp://sofian.staff.ugm.ac.id./artikel/ kacang tanah.pdf 
Anonim. Kacang Tanahhttp://www.Wikipedia.co.id .

Leave a Reply

About me

Foto Saya
Just a simple girl, tidak cukup beberapa huruf disini untuk menggambarkan siapa saya | anak bungsu dari Keluarga bugis yang tersesat di Kalimantan | ♥ Buku, Laut, Cg, Sheila On Seven, Hijau, Jalanjalan, dan Makan Enak | Urban Farming, and Go Green!
Diberdayakan oleh Blogger.